Jumat, 19 Februari 2010

SHOLAT-SHOLAT SUNNAH

A. Pengertian
Asal kata sholat berasal dari bahasa arab, dan sholat mempunyai dua pengertian yaitu menurut bahasa dan istilah. Sholat menururt bahasa ialah berdoa (memohon kebaikan). Sebagaimana firman Allah yang terdapat dalamal- Quran surat (9) at- Taubah ayat 103, yang berbunyi:
“dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. “
Sedangkan menurut istilah:
ﻜﻤﺎ ﻗﺎﻞﺍﻟﺮﺍﻔﻌﻰﺍﻗﻭﺍﻞﻭﺇﻔﻌﺎﻞ ﻤﻔﺘﺘﺤﺔ ﺑﺎ ﻟﺘﻛﺑﻴﺭﻤﻔﺗﺗﺤﺔ ﺑﺎﻟﺗﺴﻟﻴﻡ ﺑﺸﺭﺍﺌﻁ ﻤﺧﺼﻭﺼﺔ
Yaitu beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam dan disertai dengan beberapa syarat yang sudah ditentukan. Sedangkan pengertian sunnah adalah apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Jadi sholat sunnah adalah sholat yang apabila dikerjakan akan mendapat ganjaran pahala, tetapi jika tidak dikerjakan tidak akan berdosa.
Dalam istilah ushul fiqih sholat sunnah disebut juga sholat nafilah, tathawu’, mandub, mustahabbah, marghubah fihi. Ada juga ulama yang membedakan pengertian istilah tersebut, tetapi pada prinsipnya semua istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu sholat-sholat yang diperintahkan untuk dikerjakan tetapi perintah sholat itu tidak setingakt dengan perintah sholat fardhu atau wajib.
Fungsi Sholat Sunnah
Dalam syariat Islam sholat itu terbagi kepada dua macam, yaitu sholat fardhu dan sholat sunnah. Sengaja disayriatkan sholat sunnah ialah untuk menambal kekurangan yang mungkin terdapat pada sholat-sholat fardhu, selain itu juga karena sholat itu mengandung keutamaan yang tidak terdapat pada ibadah-ibadah lain. Sebgaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. a bahwa Nabi saw bersabda :
ﺍﻦﺍﻭﻞﻤﺎ ﻴﺤﺎﺴﺐ ﺍﻠﻨﺎﺱ ﺑﻪ ﻴﻭﻢ ﺍﻠﻘﻴﺎﻤﺔ ﻤﻦﺍﻋﻤﺎﻠﻬﻡ ﺍﻠﺼﻼﺓ ﻴﻘﻭﻞ ﺮﺑﻨﺎ ﻠﻤﻼﺌﻜﺘﻪ ﻭﻫﻭﺍﻋﻠﻡ ﺍﻧﻆﺮﻭﺍﻔﻰﺻﻼﺓ ﻋﺑﺩﻯ ﺍﺗﻤﻬﺎ ﺍﻭﻧﻗﺻﻬﺎ? ﻔﺈﻥ ﻜﺎﻧﺖ ﺗﺎﻤﺔ ﻜﺗﺑﺖ ﻟﻪ ﺗﺎﻤﺔ ﻭﺍﻦ ﻜﺎﻦ ﺍﻧﺗﻗﺺ ﻤﻧﻬﺎ ﺸﻴﺌﺎ ﻗﺎﻝﺍﻧﻇﺮﻭﺍﻫﻝﻟﻌﺑﺪﻯ ﻤﻦ ﺘﻄﻮﻉ ﻗﺎﻞ ﺍﺘﻤﻭﺍﻟﻌﺑﺪﻯ ﻔﺮﻴﺿﺘﻪ ﻤﻦ ﺘﻁﻭﻋﻪ ﺜﻡ ﺘﺆﺧﺫ ﺍﻻﻋﻤﺎﻞﻋﻟﻰ ﺬﺍﻟﻚ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻭ ﺪﺍﺆﺪ
“sesungguhnya yang pertama-tama akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat itu adlaah sholat. Tuhan berfirman kepada malaikat, sedangkan ia adalah yang MAha lebih Mengetahui. “periksalah sholat hamba-Ku, cukupkah atau kurang? “maka jika cukup, catatlah cukup, tetapi jika terdapat kekurangan, Allah berfirman pula: “periksalah lagi, apakah hamba-Ku itu mempunyai amlaan sholat sunnah? Jikalau ada terdapat ada sholat sunnahnya, lalu Allah berfirman lagi: “cukupkanlah kekurangan sholat fardhu hamba-Ku itu dengan sholat sunnahnya’. Selanjutnya diperhitungkanlah amal perbuatan itu menurut cara demikian.
Dan juga dari Abu Amamah diceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﻤﺎ ﺍﺬﻥﺍﷲ ﻟﻋﺑﺪﻯ ﻔﻲ ﺸﻴﺊ ﺍﻔﺿﻞ ﻤﻦ ﺮﻜﻌﺗﻴﻦ ﻴﺻﻟﻴﻬﻤﺎ ﻭﺇﻦ ﺍﻟﺑﺮ ﻟﻴﺫ ﺮ ﻔﻭﻖ ﺮﺃﺱ ﺍﻟﻌﺑﺪ ﻤﺎ ﺪﺍﻡ ﻔﻰ ﺼﻼﺗﻪﺮﻮﺍﻩ ﺍﺤﻤﺪ ﻭﺍﻟﺗﺮﻤﺬ ﻯ.
“Allah tidak memperlihatkan sesuatu amal perbuatan hamba yang lebih utama dari pada dua rakaat sholat sunnah yang dikerjakannya. Sesungguhnya rahmat selalu ditaburkan di atas kepala hamba itu selama ia dalam sholat”. (Hr. Ahmad, Turmudzi).
Hadits-hadits tersebut di atas semuanya menjelaskan supaya memperbanyak atau mengerjakan sholat sunnah. Walaupun sholat sunnah itu tidak berdosa meninggalkannya, hendaknya kita sebagai umat Islam berusaha agar dapat mengerjakan dan melaksanakan sholat sunnah sebanyak-banyaknya, karena sholat adalah kunci segala amal. Sebagaimana sabda Nabi saw:
ﺍﻭﻞ ﻤﺎﻴﺤﺎ ﺴﺏ ﻴﻭﻢ ﺍﻟﻗﻴﺎﻤﺔ ﺍﻟﺻﻼﺓ
Pembagian hukum Sholat Sunnah
Sholat sunnah itu terbagi kepada dua macam, yaitu shlat muakkadah dan shoiru muakkadah.
Sholat sunnah muakkadah yaitu sholat sunnah yang selalu dekerjakan atau jarang sekali tidak dikerjakan oleh Rasulullah saw, seperti sholat witir, tahajjud, sholat hadi raya dll.
Sholat ghoiru muakkadah yaitu shoat dhuha, sholat rawatib yang tidak muakkadah.
Dan selain yang telah disebutkan di atas, sholat sunnah dpaat dibedakan menjadi dua bagian yaitu sholat sunnah yang tidak ada sebab, ada yang mutlaq disebut dengan sholat muthlaq. Dan ada yang muqoiyad, yaitu yang mencakup sholat sunnah rawatib, sholat sunnah jum’at, tahajjud, dhuha dan sholat tasbih. Sholat sunnah yang ada sebabnya yaitu sholat sunnah tarwih, istikhoroh, tahiyyatul mesjid, taubah, istisqo, thowaf, sholat ihram dan sholat hajat.
Ditinjau dari segi pelaksanannya sholat sunat ada yang dikerjakan secara berjama’ah dan munfarid. Adapun sholat sunnah yang dekerjakan secara berjama’ah meliputi sholat hari raya, sholat istisqo. Sedangkan sholat yang dilakukan secara munfarid selain dari sholat yang telah disebutkan di atas. Selain dari itu ada juga sholat yang dapat dilaksanakan secara berjama’ah dan munfarid yaitu sholat gerhana dan tarawih.
Macam- macam Sholat sunnah
Disini akan diuraikan beberapa contoh sholat sunnah serta cara pelaknaannya. Adapun contoh-contoh sholat itu diantaranya sebagai berikut:
Sholat Rawatib
Sholat rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu, dikerjakan sebelum mengerjakan sholat fardhu yang lima atau sesudahnya. Sholat ini dibagi menjadi dua, ada yang muakkad dan ghoiru muakkad.
a. Adapun sholat sunnah muakkad yaitu:
a.1. dua raka’at sebelum sholat subuh
ﻋﻦﻋﺎﺌﺷﺔﻟﻢ ﻴﻜﻦ ﺍﻟﻨﺑﻰ ﺼﻞﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﻋﻟﻰ ﺸﻴﺊ ﻤﻦ ﺍﻟﻨﻭﺍﻔﻝ ﺍﺸﺪ ﺘﻌﺎﻫﺪﺍ ﻤﻧﻪ ﻋﻟﻰ ﺭﻜﻌﺗﻰ ﺍﻟﻔﺟﺭ ﺭﻮﺍﻩﺍﻟﺑﺧﺎ ﺭﻯ ﻮﻤﺴﻠﻡ
Dari Aisyah: “tidak ada sholat sunnah yang lebih dipentingkan oleh Nabi saw, selain dari dua raka’at sholat shubuh. (H.R Bukhori dan Muslim)
a.2. dua rakaat sebelum sholat dzuhur
a.3. dua raka’at sesudah sholat dzuhur
a.4. dua raka’at sesudah sholat maghrib
a.5. dua raka’at sesudah sholat isya
ﻋﻦﻋﺑﺪﺍﷲ ﺑﻦﻋﻤﺭﻗﺎﻝ ﺤﻔﻇﺖ ﻋﻦ ﺭﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻞﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﺭﻜﻌﺘﻴﻦ ﻗﺑﻞﺍﻟﻇﻬﺭ ﻭﺭﻜﻌﺘﻴﻦ ﺑﻌﺩ ﺍﻟﻇﻬﺭ ﻭﺭﻜﻌﺘﻴﻦﺑﻌﺩ ﺍﻟﻤﻐﺭﺐ ﻭﺭﻜﻌﺘﻴﻦ ﺑﻌﺩ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻭﺭﻜﻌﺘﻴﻦ ﺑﻌﺩ ﺍﻟﻐﺩﺍﺓ . ﺭﻮﺍﻩ ﺍﻟﺑﺧﺎ ﺭﻯ ﻮﻤﺴﻠﻡ
“dari Abdullah bin umar, ia berkata: saya ingat dari Rasulullah saw, dua raka’at sebelum dzuhur, dua raka’at sesudah dzuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah isya, dua raka’at sebelum shubuh. (H.R. Bukhori dan Muslim)
Sholat sunnah ghoiru muakkad
a. Dua raka’at sebelum dzuhur (dengan dua raka’at yang muakkad sunnah sebelum dzuhur menjadi empat raka’at)
b. Dua raka’at sesudah dzuhur (dengan dua raka’at muakkadah, sunnah sebelum dzuhur menjadi empat raka’at)
c. Empat raka’at sebelum asyar.
d. Dua raka’at sebelum maghrib
e. Dua raka’at sebelum isya.
Sholat tahiyyatul mesjid
Sholat tahiyyatul mesjid ialah sholat menghormati mesjid. Disunnahkan sholat tahiyyatul mesjid bagi orang yang masuk mesjid, sebelum ia duduk. Sholat tahiyyatul mesjid itu ada dua raka’at. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
ﻋﻦﺍﺑﻰ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﻗﺎﻝ ﺭﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻞ ﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﺍﺬﺍ ﺩﺧﻝ ﺍﺤﺩﻜﻢ ﺍﻟﻤﺴﺠﺩ ﻔﻼ ﻴﺟﻟﺱ ﺤﺘﻰ ﻴﺻﻟﻰ ﺭﻜﻌﺘﻴﻦﺭﻮﺍﻩ ﺍﻟﺑﺧﺎﺭﻯ ﻭﻤﺴﻟﻢ
“ Sari Abu Qotadha: Rasullullah saw berkata: apabila salah seorang kamu masuk kemesjid, maka janganlah duduk sebelum sholat dua raka’at dahulu”. (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Sholat Dhuha
Sholat dhuha adalah sholat dua raka’at atau lebih, sebanyak-banyaknya dua belas raka’at, waktu mengerjakannya yaitu sejak matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 08.00 – 09.00 pagi sampai tergelincir matahari. Waktu yang paling afdhol ialah ketika sinar matahari sudah terasa panas. Sebagaimana dalam hadits disebutkan:
ﻋﻦﺯﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﺮﻗﻡ ﺮﺿﻲ ﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﺍﻦ ﺭﺴﻭﻞ ﷲ ﺼﻞ ﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﻗﺎﻝ ﺼﻼﺓ ﺍﻻﻮﺍﺑﻴﻦ ﺤﻴﻦ ﺘﺭﻤﺽﺍﻟﻔﺻﺎﻝ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺭﻤﺬﻯ
“Dari Zaid bin Arqom r. a bahwasanya Rasulullah bersabda, “sholat awwabin (dhuha) itu (dilaksanakan) apabila anak-anak unta mulai kepanasan”. (Hadits Riwayat Turmudzi).
Jumlah raka’at sholat dhuha sekurang-kurangnya dua raka’at sebanyak-banyaknya dua belas, boleh empat raka’at, enam raka’at, delapan raka’at, seppuluh raka’at atau dua belas raka’at, tetapi dikerjakan dua-dua raka’at.
Sholat Tahajjud
Sholat tahuaajud sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, lebih utama jika dikerjakan sesudah larut malam, dan dikerjakan sesudah bangun tidur. Sabda Rasulullah saw:
ﻋﻦﺍﺑﻲ ﻫﺭﻴﺭﺓ ﻟﻤﺎﺴﺋﻝ ﺍﻟﻧﺑﻰ ﺼﻞ ﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ ﺍﻯ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻔﺼﻝ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻜﺘﻭﺑﺔ ﻗﺎﻞ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻔﻰ ﺠﻮﻑﺍﻟﻟﻴﻞ . ﺭﻮﺍﻩ ﻤﺴﻟﻡ ﻮﻏﻴﺭﻩ
“Dari Abu Horairah: “tatkala Nabi saw ditanya orang: apakah sholat yang lebih uatama selain dari sholat fardhu yang lima, belia menjawab: “sholat tengah malam”. (Riwayat muslim dan lainnya).
Waktu mengerjakannya sesudah sholat isya sampai menjelang waktu shubuh. Dan tidak ada batas mengenai jumlah raka’atnya, dan cara mengerjakannya adalah dua raka’at atau empat-empat raka’at. sabda Nabi saw:
ﺼﻼﺓﺍﻟﻟﻴﻞ ﻤﺜﻨﻰ ﻤﺜﻨﻰ ﻔﺈﻦ ﺧﻔﺖ ﺍﻟﺼﺑﺢ ﻔﺄﻮﺘﺮﻮﺍ ﺑﻮﺍﺤﺪﺓ. ﺭﻮﺍﻩ ﺍﻟﺑﺧﺎﺭﻯ
‘Sholat malam itu ada dua, jika engkau khawatir masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah sholat witir dua raka’at. (Hadits Riwayat Bukhori)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar